Kamis, 24 Maret 2011

BUDIDAYA LELE


BUDIDAYA IKAN LELE
( Clarias )
1. SEJARAH SINGKAT
Lele merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan tubuh memanjang dan kulitlicin. Di Indonesia ikan lele mempunyai beberapa nama daerah, antara lain: ikankalang (Padang), ikan maut (Gayo, Aceh), ikan pintet (Kalimantan Selatan), ikankeling (Makasar), ikan cepi (Bugis), ikan lele atau lindi (Jawa Tengah). Sedang dinegara lain dikenal dengan nama mali (Afrika), plamond (Thailand), ikan keli(Malaysia), gura magura (Srilangka), ca tre trang (Jepang). Dalam bahasa Inggrisdisebut pula catfish, siluroid, mudfish dan walking catfish. Ikan lele tidak pernahditemukan di air payau atau air asin. Habitatnya di sungai dengan arus air yangperlahan, rawa, telaga, waduk, sawah yang tergenang air. Ikan lele bersifat noctural,yaitu aktif bergerak mencari makanan pada malam hari. Pada siang hari, ikan leleberdiam diri dan berlindung di tempat-tempat gelap. Di alam ikan lele memijah padamusim penghujan.
2. SENTRA PERIKANAN
Ikan lele banyak ditemukan di benua Afrika dan Asia. Dibudidayakan di Thailand,India, Philipina dan Indonesia. Di Thailand produksi ikan lele ± 970 kg/100m2/tahun.Di India (daerah Asam) produksinya rata-rata tiap 7 bulan mencapai 1200 kg/Ha.
3. JENIS
Klasifikasi ikan lele menurut Hasanuddin Saanin dalam Djatmika et al (1986)
adalah:
o
Kingdom : Animalia
o
Sub-kingdom : Metazoa
o
Phyllum : Chordata
o
Sub-phyllum : Vertebrata
o
Klas : Pisces
o
Sub-klas : Teleostei
o
Ordo : Ostariophysi
o
Sub-ordo : Siluroidea
o
Familia : Clariidae
o
Genus : Clarias

Di Indonesia ada 6 (enam) jenis ikan lele yang dapat dikembangkan:
1.Clarias batrachus, dikenal sebagai ikan lele (Jawa), ikan kalang (Sumatera
Barat), ikan maut (Sumatera Utara), dan ikan pintet (Kalimantan Selatan).
2.Clarias teysmani, dikenal sebagai lele Kembang (Jawa Barat), Kalang putih
(Padang).
3.Clarias melanoderma, yang dikenal sebagai ikan duri (Sumatera Selatan), wais
(Jawa Tengah), wiru (Jawa Barat).
4.Clarias nieuhofi, yang dikenal sebagai ikan lindi (Jawa), limbat (Sumatera
Barat), kaleh (Kalimantan Selatan).
5.Clarias loiacanthus, yang dikenal sebagai ikan keli (Sumatera Barat), ikan
penang (Kalimantan Timur).
6.Clarias gariepinus, yang dikenal sebagai lele Dumbo (Lele Domba), King cat
fish, berasal dari Afrika.
4. MANFAAT
1.Sebagai bahan makanan
2.Ikan lele dari jenis C. batrachus juga dapat dimanfaatkan sebagai ikan
pajangan atau ikan hias.
3.Ikan lele yang dipelihara di sawah dapat bermanfaat untuk memberantas hama
padi berupa serangga air, karena merupakan salah satu makanan alami ikan
lele.
4.Ikan lele juga dapat diramu dengan berbagai bahan obat lain untuk mengobati
penyakit asma, menstruasi (datang bulan) tidak teratur, hidung berdarah,
kencing darah dan lain-lain.
5. PERSYARATAN LOKASI
1.Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat/lempung,
tidak berporos, berlumpur dan subur. Lahan yang dapat digunakan untuk
budidaya lele dapat berupa: sawah, kecomberan, kolam pekarangan,
kolamkebun, dan blumbang.
2.Ikan lele hidupdengan baik di daerah dataran rendah sampai daerah yang
tingginya maksimal 700 m dpl.
3.Elevasi tanah dari permukaan sumber air dan kolam adalah 5-10%.
4.Lokasi untuk pembuatan kolam harus berhubungan langsung atau dekat
dengan sumber air dan tidak dekat dengan jalan raya.
5.Lokasi untuk pembuatan kolam hendaknya di tempat yang teduh, tetapi tidak
berada di bawah pohon yang daunnya mudah rontok.
6.Ikan lele dapat hidup pada suhu 20°C, dengan suhu optimal antara 25-28°C.
Sedangkan untuk pertumbuhan larva diperlukan kisaran suhu antara 26-
30°C dan untuk pemijahan 24-28 ° C.
7.Ikan lele dapat hidup dalam perairan agak tenang dan kedalamannya cukup,
sekalipun kondisi airnya jelek, keruh, kotor dan miskin zat O2.
Budidaya ikan Lele
8.Perairan tidak boleh tercemar oleh bahan kimia, limbah industri, merkuri, atau
mengandung kadar minyak atau bahan lainnya yang dapat mematikan
ikan.
9.Perairan yang banyak mengandung zat-zat yang dibutuhkan ikan dan bahan
makanan alami. Perairan tersebut bukan perairan yang rawan banjir.
10. Permukaan perairan tidak boleh tertutup rapat oleh sampah atau daun-daunan
hidup, seperti enceng gondok.
11. Mempunyai pH 6,5–9; kesadahan (derajat butiran kasar ) maksimal 100 ppm
dan optimal 50 ppm; turbidity (kekeruhan) bukan lumpur antara 30–60
cm; kebutuhan O2 optimal pada range yang cukup lebar, dari 0,3 ppm untuk
yang dewasa sampai jenuh untuk burayak; dan kandungan CO2 kurang dari
12,8 mg/liter, amonium terikat 147,29-157,56 mg/liter.
12. Persyaratan untuk pemeliharaan ikan lele di keramba :
1.Sungai atau saluran irigasi tidak curam, mudah dikunjungi/dikontrol.
2.Dekat dengan rumah pemeliharaannya.
3.Lebar sungai atau saluran irigasi antara 3-5 meter.
4.Sungai atau saluran irigasi tidak berbatu-batu, sehingga keramba
mudah dipasang.
5.Kedalaman air 30-60 cm.
6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
1.Penyiapan Sarana dan Peralatan
Dalam pembuatan kolam pemeliharaan ikan lele sebaiknya ukurannya tidak
terlalu luas. Hal ini untuk memudahkan pengontrolan dan pengawasan. Bentuk
dan ukuran kolam pemeliharaan bervariasi, tergantung selera pemilik dan
lokasinya. Tetapi sebaiknya bagian dasar dan dinding kolam dibuat permanen.
Pada minggu ke 1-6 air harus dalam keadaan jernih kolam, bebas dari
pencemaran maupun fitoplankton. Ikan pada usia 7-9 minggu kejernihan
airnya harus dipertahankan. Pada minggu 10, air dalam batas-batas tertentu
masih diperbolehkan. Kekeruhan menunjukkan kadar bahan padat yang
melayang dalam air (plankton). Alat untuk mengukur kekeruhan air disebut
secchi. Prakiraan kekeruhan air berdasarkan usia lele (minggu) sesuai angka
secchi :
o
Usia 10-15 minggu, angka secchi = 30-50
o
Usia 16-19 minggu, angka secchi = 30-40
o
Usia 20-24 minggu, angka secchi = 30
2. PenyiapanBibit
1. MenyiapkanBibit
1. PemilihanInduk
1.Ciri-ciri induk lele jantan:
Kepalanya lebih kecil dari induk ikan lele
betina.
Warna kulit dada agak tua bila dibanding induk
ikan lele betina.
Urogenital papilla (kelamin) agak menonjol,
memanjang ke arah belakang, terletak di
belakang anus, dan warna kemerahaN

0 komentar:

Posting Komentar